7 Cara Turun Gunung Yang Aman

Ketika mendaki, trek menurun sering dianggap sebagai bonus (selain trek mendatar). Bagi sebagian pendaki itu adalah "bonus" dalam pendakian.
 
Namun pada kenyataannya, trek menurun merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan di gunung seperti keseleo, disorientasi medan, patah tulang, bahkan kematian. Yang paling banyak adalah keseleo atau terkilir, karena terpeleset. Pasti temen-temen sepakat dong, kalau sehabis turun gunung, kadang kaki bisa pegal-pegal berhari2 :D.
 
Nah, itu sebenarnya ada penyebabnya, dan ada juga cara pencegahaanya untuk meminimalkan hal di atas. Dengan mengetahui beberapa teknik menurun, mungkin teman-teman akan lebih percaya diri lagi melangkah ketika turun gunung.
 
Baiklah, ini adalah 7 cara turun gunung yang saya rangkum dari The Hiking Life:
 
1. Pusat Gravitasi
Jangan terlalu condong kedepan, jangan terlalu bersandar kebelakang ketika turun gunung. Badan tetap tegak lurus, pusatkan Gravitasi pada kaki, dan tekuk sedikit lutut ketika turun.
 
2. Hindari tekanan pada kaki
Dengan menekuk sedikit kaki saat menurun, itu membantu mengurangi tekanan, atau hentakan pada kaki yang bisa menyebabkan kaki terkilir, biasanya, kaki terkilir karena posisi kaki terlalu tegak lurus, ketika menurun.
 
3. Tetap Fokus
Memberikan perhatian lebih (focus) pada kaki ketika menurun adalah keharusan. Terpeleset biasanya terjadi ketika kita tidak memerhatikan gerak kaki, atau tidak focus. Tingkatkan konsentrasi sebelum turun gunung.
 
4. Melangkah kecil
Ketika berjalan pada medan menurun curam, melangkah kecil atau pendek, akan membantu untuk menjaga pusat gravitasi pada kaki. Sehingga akan mendapatkan keseimbangan beban, dan Kontrol langkah yang maksimal
 
5. Kencangkan hip belt backpack
Ketika turun, beban yang tidak stabil akan mengganggu keseimbangan langkah, sehingga akan membuat gerak kaki menahan beban, apalagi jika beban yang kita bawa berat. Dengan mengencangkan hip belt backpack, itu akan sangat membantu menstabilkan beban di punggung.
 
6. Kurangi beban
Beban berat juga salah satu penyebab kurang stabilnya langkah, seperti yang sudah dijelask di poin 5. Maka prinsip berangkat berat pulang ringan pun berlaku, salah satu caranya dengan melakukan menajemen perjalanan yang baik.
 
7. Ikuti ritme
Setelah melakukan poin 1 - 6 saatnya untuk mengikuti ritme kaki yang sudah diatur sebelumnya, jangan menahan langkah kaki, biarkan kaki melangkah dengan penuh konsentrasi, hati-hati dan stabil.
 
Nah, itulah 7 cara turun gunung yang bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan di gunung yang disebabkan jatuh atau terkilir. Jika ada yang ingin di tambahkan di persilakan ;).