Cara Agar Tidak Tersesat & Apa Yang Harus Dilakukan Jika Tersesat

CARA AGAR TIDAK TERSESAT DAN BAGAIMANA MENGATASINYA KETIKA TERSESAT

Keselamatan dalam mendaki gunung harus benar2 di pertimbangkan.

Pasalnya dengan persiapan dan perencanaan yang matang pun kadang masih ada risiko tersesat di gunung.

Jadi apa yang harus kita lakukan jika tersesat? Dan bagaimana cara agar tidak tersesat?

Postingan ini akan sedikit bercerita tentang apa yang harus di lakukan jika tersesat dan cara agar tidak tersesat.

SEBELUM PENDAKIAN
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan sebelum melakukan pendakian agar tidak tersesat, misal:

- Pastikan memberitahu kepada orang terdekat yang tidak ikut, kemaba akan mendaki, dengan siapa, dan kapan akan pulang. Dia akan membantu mencari informasi apabila kita tidak kembali sesuai yg sudah di tentukan.

- Pelajari sedikit peta lokasi gunung tujuan (orientasi medan) agar kita mengetahui bahaya yg akan dilalui, seperti jurang, persimpangan dan medan. dengan membiasakan melihat peta atau sekarang kita dimudahkan dengan google earth, akan membuat kita lebih percaya diri ke lokasi dan sudah tau medan yang akan di lewati.

- Miliki peta dan kompas (lagi2 sebuah kewajiban bagi para pendaki)

- Bawa survivat kit, dan first aid

- Cari informasi cuaca sekitar lokasi, dengan menanyakan basecamp gunung tujuan by telepon.

- Jangan lupa selalu bawa batre cadangan Handphone, dan catat nomor petugas basecamp yg ada di sekitar (barangkali ada sinyal, bisa dimanfaatkan)

- Terakhir JANGAN MENDAKI SENDIRIAN, minimal 3 orang

DALAM PENDAKIAN
Nah dalam pendakian, ada beberapa cara untuk meminimalisir risiko tersesat dan juga membantu kita jika tersesat, misal:
- Perhatikan tanda medan yang mudah di kenali saat mendaki dan pastikan posisinya dalam peta (lagi2 ilmu navigasi diperlukan) bisa dilakukan sesuai keinginan kapan harus plot lokasi, bisa dilakukan ketika istrirahat.
- Sering melihat kebelakang untuk mengingat jalur, ini lucu, tapi penting sekali dan efektif bermanfaat agar kita mengenali jalur pulang.
- Nah ini penting juga, kalau naik gunung pasti bawa kamera atau HP ada kameranya, nah manfaatkan, dengan mengambil 1 atau lebih foto tanda medan, untuk mengingat jalur pulang
- Kalau menemukan cabang, bisa kita tandai dengan batu atau apa saja yg bisa digunakan.

KETIKA TERSESAT
- JANGAN PANIK, hal itu akan membuat semakin parah.
- Ikuti istilah STOP, sebagai berikut:
S (stop)
Berhenti. Setelah merasa tersesat berhenti, tetap tenang, jangan panik.

T (Thinking)
Ingat betul bagaimana kita bisa sampai di lokasi tersebut. Landmark apa yg dilihat sebelumnya? Apakah menuju ke Utara atau barat?

O (Observe)
Perhatikan apa yg dilihat di sekeliling? Pastikan lokasi di Peta (lagi-lagi tanpa bosan ilmu navigasi mutlak dimiliki). Pastikan posisi matahari. Kira2 berapa lama lagi matahari terbenam? Bagaimana cuaca? Persedian apa yg dimiliki? Dan bisa sampai kapan bertahan persedian logistik?

P (Plan)
Rencana. Jangan pernah bergerak sampai sudah menyusun rencana dengan baik. Berdasarkan pemikiran dan persedian sebelumnya, lakukan sesuatu. Bisa mencari jalan ke atas atau ketempat yg lebih tinggi.

- Periksa sinyal telepon, apabila terdapat sinyal, langsung hubungi nomor petugas basecamp atau tim SAR yg sudah di save sebelumnya. Mereka akan mengarahkan atau menjemput.

- Gunakan pluit (ini wajib punya) atau di strap dada keril biasanya terdapat fungsi pluitan. Bunyikan sebanyak tiga kali (dgn rentan waktu tertentu) sebagai tanda darurat

- Jika punya barang2 yg menyala , bisa digunakan atau di pakai, di jaket, sepatu, keril, biasanya ada bagian yg bisa menyala dalam kegelapan.

- Kalau siap dan sudah direncanakan dengan matang, bisa mengikuti atau cari jalan yg sebelumnya dilewati

JIKA HARI SUDAH GELAP
- Cari tempat berteduh, yg bisa melindungi dari angin dan hujan, misal cerukan batu besar atau bisa menggunakan flysheet, kalau ada tenda... alhamdulillah

- Gunakan jaket agar tidak terkena hipotermia, makan secukupnya.

- JANGAN PERNAH tidur di dekat sungai, karena suara aliran airnya akan menyamarkan suara tim SAR, jd tidak bisa mendengar apabila ada tim SAR memanggil.

- Jika bisa, buatlah api (harus bisa) sebagai penghangat, dan teman psikologis, asapnya juga berguna sebagai sinyal ke tim SAR

- Buat tulisan TOLONG, HELP dari batu atau dari dahan pohon yg sdh patah di tempat terbuka, itu akan membantu tim SAR menemukan kita.

Nah itulah sedikit cerita tentang mengatasi risiko tersesat di gunung, dimulai dari sebelum pendakian, saat pendakian, dan ketika tersesat.

Didalam banyak di singgung mengenai ilmu navigasi dan survival, silakan mulai sekarang cari informasi mengenai pelatihan-pelatihan tersebut.

Oleh: M Husni Maulana
Referensi: Mountainwarehouse

Foto: Google Image