Mengapa Gunungapi Meletus Secara Bersamaan?

Selain Gunung Anak Krakatau, letusan gunung berapi juga terjadi pada Jumat, 10 April 2020. Gunung yang batuk-batuk secara bersamaan adalah (dari Barat ke Timur): Kerinci, Krakatau, Merapi, Semeru, Ibu dan Dukono), yang sama-sama berstatus level II atau waspada berdasarkan laporan terbaru dari PVMBG pada Sabtu, 11 April 2020.

Keenam gunung tersebut menunjukkan aktivitas vulkaniknya secara bersamaan kemarin, Jumat, 10 April 2020 (Gambar Gunung Api Aktif di Indonesia, Sumber: Magma Indonesia).

Aktivitas letusan vulkanik keenam gunung tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat terkhusus yang berada di Pulau Jawa, Sumatera dan juga Halmahera.
"Ada 2 kemungkinan 6 gunung api tersebut aktif secara bersamaan.

"Kemungkinan pertama, jika gunung-gunung tersebut beda Busur (arc) atau lempengan yang berinteraksinya berbeda, maka kemungkinan hanya waktu erupsinya saja yang kebetulan sama.

"Analogi sederhananya seperti saat saya makan, tetangga saya makan dan Anda juga makan, ya kebetulan pas jam makan siangnya sama" Ini contoh kasus Gunung Krakatau di Selat Sunda (Busur SUnda) dengan Gunung Ibu serta Dukono di Halmahera (Busur Halmahera).

Kemungkinan kedua, kalau gunung apinya berada pada busur (arc) yang sama maka kemungkinan ada faktor lain yang menyebabkan terjadi bersamaan.

"Misalkan fenomena tektonik seperti orang yang berkumpul makan karena ada undangan" Ini fenomena yang terjadi saat Kerinci, Krakatau, Merapi dan Semeru batuk bersamaan.

Gunung Kerinci, Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru berada pada busur yang sama, yakni Busur Sunda yang meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Bali, NTT, dan NTB. Sementara itu Gunung Ibu dan Dukono terletak pada Busur Halmahera (Gambar Sebaran Busur di Indonesia)***

Sumber: Ahli Vulkanologi ITB Bpk. Mirzam Abdurrachman